Soft Skill Manager (Part 4)

Mempersiapkan Calon Pemimpin

Walaupun cuman sebentar tapi saya pernah kerja membawahi divisi HRD. Bukan perusahaan skala besar tapi juga gak kecil. Jadi lumayanlah pernah ngurusin data gajian, data karyawan, sampai curhat karyawan. Ini kerjaan sambilan dari Boss, karena tugas utama saya tetap Marketing Manager untuk satu produk ponsel Cina saat itu.

Curhat yang paling saya ingat ketika salah satu supervisor galau bercerita tentang salah satu karyawan yang akan ditunjuk untuk menggantikan dirinya sebagai supervisor toko.  Sementara dia akan dipromosikan menjadi Retail Manager.

“Terus masalah kamu di mana?” tanya saya

“Ya, saya merasa dia itu belum siap, Ci… Masih banyak yang kalau saya gak di sana, semua berantakan padahal saya sudah minta dia begini begitu… Apa sudahlah ya, dia gak usah jadi supervisor toko, tetap saya aja…”

“Lah ya gak bisa gitulah… Kalau dia naik jabatan kan kamu juga naik. Kalau dia gak naik jabatan kamu juga gak naik…” saya jadi bingung, dipromosiin kok malah galau hehehe…

“Daripada nanti kacau semua…” keluhnya.

“Tapi memang tugas kamu supaya kamu naik jabatan itu melatih dia punya kemampuan kayak kamu. Kan dia juga di bawah pengawasan kamu nanti. Nanti kalau dia sudah terbiasa, kamu juga sudah bisa lepasin pelan-pelan dan kamu pikirin program kamu.  Kamu siapin dia jadi pengganti yang setara dengan kamu, harus! Kalau gak karier kamu juga mandek,” saran saya.

Dia mengangguk-angguk akhirnya.

Nah keterampilan manager yang perlu dikuasai agar menjadi pemimpin yang baik adalah : mempersiapkan dan melatih bawahannya agar bisa dipromosi. Bahkan ketika kita adalah pemimpin yang sudah mentok paling atas tetap keterampilan melatih bawahan kita agar lebih berprestasi akan membantu kinerja kita sebagai pemimpin.  Ketika bisnis harus berekspansi, tenaga pemimpin di bisnis baru sudah siap dipakai.

Kalau bawahan masih harus mengandalkan manager di setiap saat dan kesempatan yang akan terjadi adalah :

  1. Kelelahan yang terjadi di top management.
  2. Prestasi semua divisi jadi mandek.  Karyawan tidak mendapatkan promosi, pemimpinnya pun stagnan di posisi yang sama terus.
  3. Kinerja lama-lama pasti turun, profit akan menyusul turun.

Nah untuk Anda yang bekerja di level operasional maklumi saja bila pemimpin Anda bisa bawel seketika, bisa teliti seketika, bisa ribet seketika, bisa nasihatin ini itu seketika, minta perhatikan ini itu seketika. Anda pasti pernah merasa :

“Ihhh kalo si boss udah gak keluar-keluar pasti deh kita diutak-atik terus…” Lah ya memang pas ada waktu itulah saat manager dapat memeriksa apa potensi yang bisa dikembangkan bawahannya dan mana yang masih harus dikoreksi agar lebih berpotensi. Itu memang ceritanya lagi menurunkan ilmu. Setiap karyawan kan dinilai / dievaluasi berdasarkan indikator tertentu, jadi kalau semakin membaik kinerja indikator kita, berarti akan makin terbuka kesempatan untuk promosi.  

Leave a Comment