Istilah Malas bagi orang in-TELEK-
bisa bervariasi tergantung kondisi :
- not my kind of things to do
- not my passion
- not my things
- not in the mood
- not sure enough
- need to take a break
- need to consider
- need to check my schedule
(kelihatan sibuk, padahal rebahan) - need to motivate myself
Itu saya kalau sedang menghadapi untuk mencoba suasana baru, lingkungan baru, tantangan baru tapi enggan saya urusin lalu pakai alibi yang not not dan need need itu. Padahal aslinya kalau ditelaah intinya itu : males yang dikasih prestige biar kesannya jadi alasan elegan untuk menolak atau mungkin menghindari.
Jadi kudu hati-hati saya terjebak dengan alasan inTELEK yang sebenarnya merugikan saya juga. Padahal, sebelum saya menghindar atau menolak dengan not not dan need need, tidak salahnya saya mencoba dulu. Yaaa mungkin masih malas tapi saya menggunakan niat pribadi untuk memaksakan mencoba sesuatu yang baru yang positif bila dipikirkan dengan logika jernih. Awalnya mungkin tidak nyaman, kagok, tapi yaaaa who knows become blessing in disguise. Nothing to lose.
Kalaupun nanti setelah dicoba dan memang tidak cocok, minimal saya mengalahkan diri sendiri untuk tidak menggunakan alasan inTELEK tadi yang aslinya MALAS tapi otak saya memanipulasi diri dengan membuat pembenaran dalam diri, malah kadang juga membuat penilaian awal yang terlalu subjektif terhadap kesempatan yang baik.
So, I learn not to make more shit (TELEK) excuse for laziness. Kalau malas ya memang malas, gak perlu alibi, alasan ini orang gini, saya gak sreg, gak cocok (padahal belum coba). Kalau memang saya punya alasan tertentu untuk menolak, saya harus pastikan itu bukan karena saya malas tapi memang keputusan tegas karena alasan yang jelas sehingga saya memang tidak mungkin melakukan hal tersebut karena ada prioritas yang lebih mendesak untuk diselesaikan.


femikhirana -digital marketing strategist-