Saya = Ular dan Merpati

CaPer 19 Januari 2022

Saya = Ular dan Merpati

“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” (Matius 10:16)

Terjemahan bebas : Tuhan itu membuat kita jadi orang baik + cerdas, bukan jadi orang polos, lugu, apalagi dibegoin orang atau hidup penuh kekonyolan.

Kalau dikerjain, ditekan, kita harus cari strategi yang tidak membuat kita jadi orang jahat. Namun, tidak pula harus terjebak dalam tujuan orang yang ngerjain : bikin kita ngamuk atau kita jadi lebay menunjukkan kita seorang victim adalah kemenangan orang yang ngerjain. Weh jangan sampai dong mereka tertawa berhasil membuat kita berasa tak berdaya.

Prinsip utama dalam kasih tetap begini :
Lu baik, gua baik.
Lu jahat, gua tetap baiklah!
Kalau gua ikutan jahat, apa beda gua dengan lu?

That’s why, tulus dan cerdik itu harus. Melawan orang licik hanya bisa dengan kecerdikan, dengan strategi! BUKAN malah menunjukkan keluguan, kepolosan, merengek, ikutan ngamuk bikin drama, atau balas dendam. Hal itu tak menunjukkan kebaikan kita malah kelemahan kita yang terpancing.

Banyak strategi melepaskan diri dari kerjaan srigala daripada habis energi marah, pasrah, atau malah terpengaruh jadi bego karena gas lighting. Pelajari strategi yang membungkam mulut agar tak lagi berani meremehkan kita. Strategi yang tak membuat kita hancur, tak membuat kita juga jadi orang jahat seperti lawan.

Pelajari banyak jenis strategi, misalnya : melawan strategi perang psikologis dari lawan, cari titik lemah lawan, strategi merangkul lawan. Bisa gunakan strategi tetesan air sedikit-sedikit tapi sanggup mengikis, meluluhkan, bahkan memecahkan yang batu keras setelah sekian lama. Melawan batu dengan batu malah rusak dua-duanya, sama-sama keras kita juga remuk dan ikutan brutal, tapi menggunakan strategi lawan dengan menjadi kinclong, tetap jadi baik, selalu tunjukkan kita tetap positif, tidak membenci sampai akar, akan membuat lawan menyerah sendiri.

Ingat saja tujuan musuh selalu ingin membuat kita jadi marah, semakin marah, mereka semakin senang. Selalu ingin membuat kita jadi nangis, jadi kesal, jadi tak berdaya. Cara melawannya bukan dengan balas dendam atau malah jadi kepahitan ke diri sendiri. Cara melawannya pakai strategi ular dan ketulusan merpati karena image kita itu memang bukan jadi ikutan jahat tapi tak membiarkan orang untuk mengubah diri kita untuk tetap glowing and full of kindness and blessing.