Istilah Digital Safety/Cyber Security (Part 1) : Hacker

Cyber crime itu adalah kejahatan yang relatif sulit ditindaklanjuti, biasanya ya sampai pada pelaporan saja. Kenapa? Karena pembuktian forensik digital untuk tergenapi kejadian itu adalah sah cyber crime itu memang tidak mudah.  Selain data yang tidak kuat (bisa jadi karena sudah banyak dihapus permanen dan tidak ada back up), bisa juga data yang jadi bukti juga adalah data ambigu alias data tersebut terjadi karena persetujuan yang diberikan korban secara sah / tahu sama tahu / mau sama mau / alias tidak ada paksaan. 

Oleh karena itu cyber crime lebih baik dicegah jangan sampai terjadi.  Kalau sudah terjadi biasanya penyelesaiannya terekstrem juga penyelesaian secara digital alias viral yang diserahkan kepada netizen untuk memutuskan memberikan sanksi moral dalam dunia digital sendiri untuk meminimalisir rasa sakit / emosi yang terjadi pada korban.

Pahami istilah digital safety, cyber security supaya tidak bingung waktu baca berita atau analisis tentang keamanan digital.

PART 1

1. Hacker: Orang yang memiliki keahlian di bidang komputer dan jaringan, dan menggunakan keahliannya untuk menembus sistem komputer atau jaringan. Hacker itu juga ada macam-macamnya, bukan satu jenis saja.

Pertama, Black Hacker atau Black Hat menembus sistem dengan tujuan jahat, seperti mencuri data, merusak sistem, atau menyebarkan malware.

Kedua, kalau cuman menembus sistem untuk kepentingan yang tidak merusak bahkan membantu untuk pemulihan data atau memperbaiki jaringan bersama disebut White Hacker / White Hat. Jadi pemulihan akun yang hilang karena diretas oleh Black Hat kalau minta bantuan teman yang kita kenal baik untuk mencoba mengembalikan lagi ya tetap dengan cara hacking juga tapi yang melakukan untuk memulihkan disebut White Hat.  Jadi hacker lawan hacker dong? Ya iya emang begitu, tepatnya Black Hat VS White Hat.  

Ketiga, nah ada juga istilah Grey Hat, yaitu hacker yang memasuki sistem orang lain tanpa pake permisi, ya tidak legal, tapi tujuannya tidak jahat karena sistemnya tidak diutak-atik, paling dilihat-lihat, kalaupun ada yang di-copy untuk kepentingan dirinya sendiri (misalnya copy kode software biar dia gak harus bayar alias software bajakan).  Ada yang tujuannya memang iseng aja dan kalau sudah bisa menembus sistem nanti ngabarin yang punya web/sistem supaya orang IT memperbaiki sistem keamanan dengan lebih ketat.

Pencegahan :

Tidak ada yang perlu ditakuti sebenarnya dari istilah hacker. Hacker itu bukan dilawan tapi memang dicegah. Cegahnya tidak susah (lebih susah mencegah maling di dunia nyata sebenarnya), asal mau inisiatif perlindungan akun aja :

  1. Pasang kunci / password yang ribet (tidak berpola yang gampang ditebak).  Disarankan pasang double pengaman alias double password atau two factor authentication (2FA).  Ketahuilah 2FA itu sudah kasta tertinggi dalam pengamanan akun, tapi ya gitulah, banyak yang gak mau melakukan karena tidak tahu dan juga tidak mau repot.
  2. Tiap kamar/akun diberi password beda (jangan ngeyel bilang takut gak inget)
  3. Inget dong semua bentuk platform resmi, jadi loginnya jangan di akun atau software tidak resmi. Sering download aplikasi-aplikasi nambah fitur medsos atau whatsapp yang bukan dari platform resmi alamat langsung ketemu dengan maling.
  4. Kalau memang harus download aplikasi yang tidak resmi atau tidak ada di Playsore / Appstore ya pastikan kamu tahu siapa pembuat aplikasi tersebut.  Jadi aplikasi kantor sendiri atau aplikasi untuk kerja yang dipakai komunitas bersama, aplikasi belajar yang dibuat teman ya gak masalah di-download.
  5. Jangan gunakan 1 email untuk semua akun. Jangan gunakan 1 password untuk semua akun. Karena 1 kena retas ya semua akun juga kena. Aplikasi kantor pakai email sendiri, aplikasi medsos pakai email sendiri, aplikasi pribadi pakai email sendiri.
  6. Akun tidak aktif, akun tidak digunakan, akun tidak pernah di-update lagi sebaiknya dihapus/deactive.  Akun nganggur / rumah kosong yang masih ada isi di dalamnya pasti lebih mengundang maling daripada rumah yang selalu dijaga. Hal ini supaya akun tidak diretas dan malah mengganggu orang sekitar yang mengenal kita.
  7. Jaga etika di dunia digital.  Ini juga kasta tertinggi keamanan akun yang seringkali diremehkan.  Menjaga kelakukan / attitude itu untuk memproteksi diri loh. Maling segan dengan orang yang jejak digitalnya bagus dan punya personal brand yang bagus dan kuat, pasti rugi ngerjain orang gini.  Orang baik akan selalu diakui baik walaupun akunnya diretas dan nanti diisi posting-posting penipuan, friendlists/followers langsung tahu kalau akun tersebut pasti sudah diretas. Orang baik yang difitnah biasanya juga tidak akan berdampak apapun, malah dibela netizen. 

Kembali ke menu awal

Survival Skill Masa Depan : Digital Marketing

Kemarin saya ke BCA untuk urusan yang panjang dan memang harus datang. Biasanya kan saya menghindar antre di bank mengingat semua transaksi sudah bisa dengan online saja. Menyisihkan setengah hari untuk urusan perbankan dan melihat kembali hiruk pikuk yang biasa terjadi di BCA.

Ya harus diakui BCA memang seperti Yamaha, selalu terdepan 🤣
Pelayanannya memang keren. Semua staff kerja dengan wajah full senyum dari jejeran depan sampai lantai atas. Nasabah ketika mengantre pun tidak dibiarkan bengong, karena ada satu CS yang spesial keliling-keliling untuk bertanya tentang masalah mereka. Jika ia dapat membantu saat itu juga maka mereka sudah tidak perlu menunggu antrean untuk dipanggil lagi ke teller. Langsung bisa pulang. Ada pula CS yang berupa mesin, sehingga yang bisa diselesaikan mesin langsung diarahkan ke mesin.

Bila sebuah Bank dulu kebanyakan teller daripada tim CS, sekarang hampir sama rata, bahkan teller lebih sedikit pasukannya karena hanya melayani transaksi yang memang bisa belum online atau melayani nasabah yang belum online.

Sambil saya mengurus keperluan di BCA eh ada juga ternyata pasukan sales marketing. Pasukan ini memasarkan produk layanan BCA yang mungkin saja berguna bagi nasabah misalnya asuransi, reksa dana, dan produk-produk keuangan deh…

Lalu ketika sudah beres, malam tiba, baru saya sempat bicara dengan sepupu yang kerja di BCA. Beliau sudah staf senior, jadi saya cukup terbantu dengan urusan di kantornya tadi. Dari dia saya tahu bila nanti semua karyawan bank adalah marketer. Urusan keuangan sudah pakai mesin semua. Manusianya diberdayakan untuk jadi marketer dan jualan produk perbankan. Yang hanya mau jadi teller gimana? Ya gak bisalah… Kalau gak mau switch dan nambah ilmu marketing ya nganggur aja.

Ini yang pasti terjadi di era merebaknya teknologi AI, bukan manusianya gak bisa kerja lagi karena digantikan robot melainkan manusianya harus beralih melihat peluang dan skill yang memerlukan tenaga manusia. Pekerjaan teknis yang bersifat pengulangan tidak akan lagi dilakukan manusia karena manusia bukan robot!

Manusia melakukan pekerjaan yang memang fitrahnya manusia sebagai peran konseptor, kreator, editor, pengawas, relasional / penghubung antar manusia, peneliti, investigator. Yang memilih pekerjaan jadi robot pabrikan saja sejatinya merendahkan potensi sebagai manusia.

Satu hal lagi yang pada akhirnya akan terjadi, seperti yang sepupu saya jelaskan tadi : semua adalah marketer. Semua pekerjaan masa depan memerlukan skill marketing terlebih spesifik karena di era digital, maka semua profesi yang dilakukan seharusnya dibekali dengan keterampilan digital marketing dan menguasai marketing attitude. Jadi apakah nanti semua manusia dituntut jualan? Sejak zaman kuno pun sejatinya manusia sudah dituntut bisa jualan untuk hidup, jadi personaliti atau jiwa (soul) sebagai marketing itu harus disadari ada di setiap manusia. Tinggal cari trigger untuk mengembangkannya.

Pada akhirnya skill digital marketing dan marketing attitude adalah survival skill di masa depan. Jangan khawatir karena marketing soul itu selalu ada di setiap orang. Tanpa itu saya rasa orang tersebut akan mirip dengan robot yang disingkirkan bila sudah tidak bisa di-upgrade.

Femikhirana, CDS
Digital Marketing & Ethic Strategist

My Midjourney

Ini adalah gambar yang saya buat.
Saya buat dengan Robot AI Midjourney.
Dengan perintah deskripsi, 1 menit selesai.

1. Indonesian girl with traditional clothes
2. Logo with flower and moon
3. Web template design with kids theme
4. Young women rocker is singing in the church
5. A boy eats Pempek Palembang (tapi AI nya gak pernah makan pempek jadinya roti hahaha…)
6. Liverpool FC and Tarot card
7. Beautiful chic woman with modern techno lifestyle
8. A girl eats brownies in the dining room
9. Hasil editing no 8 untuk di-customise dalam bentuk konten promosi.

Mau cari model virtual jadi asik. Tapi tentu kemampuan editing grafis dan video perlu untuk finishing sesuai kepentingan konten.

Nanti coba AI untuk buat lagu, supaya pas posting lagu gak kena copyright muluuuu dehhh…

Mau coba kerjakan ilustrasi sendiri dengan robot design? Try midjourney AI, you need discord account.

Yang bingung dengan Discord? Apalagi kalian masih di bawah usia 30 mending belajar pakek Discord deh… WA dng Telegram itu sudah old generation banget!

Semua dari bikin grup belajar sampe robot AI ada di Discord. Anak-anak pakai Discord juga. Pantaulah dengan punya akun Discord juga.

Nanti deh yaaa kita belajar kutak katik Discord dengan Robot AI.