Ini adalah gambar yang saya buat. Saya buat dengan Robot AI Midjourney. Dengan perintah deskripsi, 1 menit selesai.
1. Indonesian girl with traditional clothes 2. Logo with flower and moon 3. Web template design with kids theme 4. Young women rocker is singing in the church 5. A boy eats Pempek Palembang (tapi AI nya gak pernah makan pempek jadinya roti hahaha…) 6. Liverpool FC and Tarot card 7. Beautiful chic woman with modern techno lifestyle 8. A girl eats brownies in the dining room 9. Hasil editing no 8 untuk di-customise dalam bentuk konten promosi.
Mau cari model virtual jadi asik. Tapi tentu kemampuan editing grafis dan video perlu untuk finishing sesuai kepentingan konten.
Nanti coba AI untuk buat lagu, supaya pas posting lagu gak kena copyright muluuuu dehhh…
Mau coba kerjakan ilustrasi sendiri dengan robot design? Try midjourney AI, you need discord account.
Yang bingung dengan Discord? Apalagi kalian masih di bawah usia 30 mending belajar pakek Discord deh… WA dng Telegram itu sudah old generation banget!
Semua dari bikin grup belajar sampe robot AI ada di Discord. Anak-anak pakai Discord juga. Pantaulah dengan punya akun Discord juga.
Nanti deh yaaa kita belajar kutak katik Discord dengan Robot AI.
Netizen mental miskin emang error pola pikirnya. Merasa wajar sebuah kehilangan dan tidak pantas diratapi hanya karena dia itu kaya dan banyak privilege-nya. Kalau buat aku ada anak yang sultan dan bisa meratap 800jt itu sampai 3 hari berarti dia menghargai nilai kehilangan kecil sekalipun. Aku walaupun ada uang 10jt, kehilangan Rp 500rb karena gagal usaha juga bikin merenung seharian kok. Trading forex kadang loss $10 (150rb) aja kepikiran seharian loh… Padahal ya cuman $10 yang notabene pengeluaran sehari bisa lebih dari itu.
Yang dia dan kita ratapi bukan hilang uang, tapi penyesalan kok bisa kita sebodoh (ceroboh, konyol, apapunlah) itu. Padahal golongan the haves itu kalau keluar uang bisa lebih dari 800jt sebulan, ngapain dia tangisin duitnya???? Yang bikin dia duduk di kamar 3 hari ya mikirin dia harus gimana sekarang, PRIDE-nya itu harganya jauh dari 800jt, itu yang ditangisi karena ada yang salah dalam dirinya. Jadi dia harus mikirin bagaimana harus bersikap, lanjutkan atau nyerah?
Justru yg aneh adalah orang kaya yang gak pedulian yang gak koreksi diri kalau uang melayang. Bahaya gini..
Yaaa entah mungkin media yang cara blowing up-nya salah, mungkin juga Putrinya kurang bisa menjelaskan apa arti kehilangan sesungguhnya, terus sesama seleb atau influencer juga saling menjatuhkan, atau anak horang kaya itu ortu yang tidak disukai khalayak ramai, jadi inti cerita hilang begitu saja.
Tapi berdasarkan apa yang kita alami sehari-hari ajalahhh menilai motivasi di sini… Kadang kita rugi Rp 10.000,- atau Rp 50.000,- aja bisa nyap-nyap dan merasa kok bego banget ya gua gak cek dulu, gak tanya-tanya dulu, jadi masalah besar juga padahal yaaa cuman ceban goban! Nah masalahnya bukan di kehilangan ceban goban tapi kehilangan semangat dan kehilangan motivasi, trauma, sedih kenapa aku bisa gagal, bisa salah, bisa bego. Lalu keputusan di tangan kita, mau belajar dari kesalahan dan cari cara nutupin rugi ceban goban, atau pasrah saja sudah rugi dan berhenti.
Inilah masalah dan gaya berpendapat ala mental kaya dan miskin, mental nyerah dan mental berjuang. Ada anak yang dapat nilai 7 dan merasa sedih karena biasa dapat nilai 10, terus ada yang ngenyek : Halahhhhh lebai amat, biasa dapat 10 juga, sekarang dapat 7. Tuhhh si A dapat 5 aja gak sedihhh… Ealahhh… Anak yang punya mental kaya dan berjuang ya pasti wajar merasa kehilangan dirinya saat tidak berhasil. Anak yang punya mental miskin dan nyerah ya pasrah aja dapat segitu, mampunya segitu, syukuri aja, padahal kalau mau belajar bisa dapat 7, tapi pakai alibi Ketuhanan yang Masa Esa : udah takdir gue, lihat aja gimana nanti kaki melangkah, semua gue serahkan ke Tuhan terus dia lanjut rebahan 😆
Kalau ada yang merasa emang mau mengubah nasib miskin dengan mental kaya pasti bisa kok.. Jadi teori ini buat siapa saja anak sultan atau anak penggangguran. Mau bapaknya kaya bisa kasih modal banyak maupun yang bapaknya tidak kaya itu sama-sama berjuang dan sama-sama punya privilege. Jangan dikira jadi orang biasa tidak punya privilege, jangan underestimate ke diri sendiri. Bedanya orang kaya memang semua sudah tersedia tapi kalau dia tidak bisa menjaga dan memanfaatkannya atau mengembangkannya ya sama aja, duit itu bisa hilang juga. Jadi golongan the haves itu juga pasti berjuang kalau tidak gaya hidup yang akan menggerogoti sampai habis.
Cuman khusus anak yang sudah terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan harus berani mendobrak keluar dari lingkaran itu bukan malah merasa terjebak dan ya sudah jalanin aja..