Soft Skill Manager Part 5 : Kemampuan Kerja Serabutan
Setelah mengenyam masa kerja yang lama sampai sekarang makin kelihatan jelas mereka yang tidak keberatan untuk kerja serabutan itu malah yang cepat menggapai jenjang superivisi dan manajerial. Mereka yang ngotot kerja di bawah kertas yang berisi Job descriptions malah yang tidak bisa direkomendasi untuk kenaikan otoritas.
Kenyataannya memang mereka yang mau kerja serabutan (walaupun tidak tercantum dalam job descriptions) hanya beberapa saja dan hanya sanggup dilakukan oleh orang tertentu. Orang yang bagaimana tuh? Mereka pastinya punya :
- Keikhlasan dan kesenangan untuk mengerjakan yang random gitu.
- Keinginan untuk belajar banyak hal.
- Punya mental wirausaha karena wirausaha selalu dimulai dari kerja serabutan, semua dikerjain sendiri.
Pada akhirnya tim kerjaan serabutan ini banyak tahu ilmu, banyak tahu kasus-kasus untuk melatih pengambilan keputusan.
Berbanding terbalik dengan mereka yang nyaman dengan :
- Bekerja dengan ritme yang sudah fit
- Kerjaannya harus jelas, melenceng dikit lebih memilih menghindar karena merasa bukan wewenangnya.
- Memilih untuk tidak berkontribusi karena merasa takut dimanfaatkan dengan tidak semestinya.
Tim yang gak random ini sudah jelas bukan calon yang akan dipertimbangkan untuk di-upskill. Biarkan mereka selalu di jenjang operasional level paling bawah. Apalagi kalau pakai acara demo, kategori yang model begini jangankan terus bekerja di perusahaan itu, dia bahkan akan jadi blacklist di pabrik atau perusahaan lain.
Kita lihat kenyataannya mereka yang di top manajerial kerjanya beneran serabutan. Dalam sehari kadang harus ke kantor A buat unggah ungguh aja, ke bank cuman buat tanda tangan, terus langsung jalan ke hotel B untuk meeting tapi ternyata di tengah perjalanan di telepon sekretarisnya kalau jadwal meeting di-reschedule. Yahhh udah OTW ke hotel B, ya sudahlah langsung lunch sambil periksa laptop, beresin dokumen, cross check quality control dengan timnya. Balik kantor dipanggil Direktur atau Owner, terus meeting lagi sampai akhirnya jam pulang. Enak kelihatannya jalan aja terus tapi kerjanya serabutan kok itu hehehe… Otak harus selalu stand by dan ingat daily routine dia untuk olahraga, makan teratur, family time dan me time untuk produktivitas dan eksistensi karya pribadi dan tidur.
Jadi gak masalah dong kerja serabutan? Bukannya jadi kelihatan gak profesional? Nah yang dilihat orang selalu jenis kerjanya yang serabutan, tapi orang lupa yang dipunyai atau dituntut sebagai top Manager adalah HAK MEMILIKI DAN MENGGUNAKAN WEWENANG ATAU OTORITAS. Hak tersebut hanya diberikan kepada mereka yang sudah banyak paham dengan situasi dan dapat menganalisisnya untuk perusahaan. Nah ilmu untuk tahu banyak itu hanya bisa dimiliki mereka yang mau dan tidak cepat stres dengan permasalahan kerjaan yang serabutan itu.
Otoritas bisa dimiliki karena sikap yang tidak menghindar dari kesulitan (Cek tulisan paragraf 3 poin 2 dan 3 adalah contoh yang sebaliknya dan tidak pernah bisa punya wewenang bahkan untuk kehidupan dirinya). Akhirnya timbul tanggung jawab tinggi dan kemampuan untuk menanggung risiko. Sikap menanggung risiko ini yang jadi cikal bakal kepercayaan untuk memimpin. Dan hanya pemimpin lah yang diberi wewenang atau otoritas.
Jangan dikira kerjaan serabutan berarti tidak disiplin. Justru kerjaan random begini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang mau punya dan belajar disiplin tinggi. Kalau gak disiplin bisa keteteran dan stress. Disiplin membuat mereka bisa bekerja secepatnya, tidak menunda-nunda, dan seperlunya sesuai jatah waktu yang sudah dibagi agar otak tidak kewalahan. Namun dengan sejak awalnya sudah berlatih menghadapi kasus serabutan mental disiplin, instropeksi, inovasi, refleksi akan meningkat. Tuh semua mental itu adalah keahlian yang harus sudah dimiliki para boss.
Jadi kalau kamu merasa kerja kamu random gitu, gak usah bingungggg… Semua boss boss besar di dunia memulai dengan itu dan tetap melakukannya hingga sekarang. Anda sudah di jalur yang tepat. Ingat yang jadi poin utama bukan jenis kerja serabutannya melainkan proses mendapat banyak ilmu dan kekuatan mentalnya untuk menuju tangga ke atas.