Suatu hari saya sedang ada meeting dengan kantor principal sebuah merek ponsel Eropa yang sekarang sudah almarhum mereknya. Kantor principal itu yaaa sejenis kantor pusat pemilik merek gitu. Saya yang kerja di kantor distributor sudah biasa kalau bolak balik meeting dan kerja bareng tim dari kantor principal.
Nah ada dua kisah yang mau saya sampaikan dari kantor ini.
Pertama : Tukang Ingetin
Tiap meeting saya beberapa kali dengerin manager di kantor principal ngomong dengan betenya : “Heran, gua di sini jadi tukang inget-ingetin kalian ya! Masak tiap meeting kerjaan gua cuman ingetin mulu yang kalian belum kerjain??!!”
Saya mah diem aja mendengar dengan seksama karena bukan saya yang diomelin, melainkan rekan di kantor principal. Saya solider aja ikut meresapi hehe…
Ntar kalau sudah kelar meeting, saya siap kuping lagi kalau si Bapak manager curhat-curhat sebel karena merasa paling ingat sendiri semua kerjaan yang harus dikerjain. Saya sering juga ngekor ke mana dia pergi kalau lagi di lapangan, soalnya saya yang paling gak sebel dengan beliau hihihi… Lah wong saya bukan karyawan di sana kannn, jadi saya itu mewakili Boss atau GM kantor saya sebagai partner manager kantor principal.
Nah dari beliau saya jadi paham juga softskill yang memang harus dimiliki pemimpin :
Daya ingat harus kuat. Gak ada manager lupaan tuh, asli gak ada! Dia bisa lupa hal-hal yang gak penting tapi ingat semua yang penting. Kerjaan manager salah satunya kan emang controlling jadi emang udah kayak tukang ingetin hehehe… Dah terima nasib aja tuh bapak manager, berkat keahliannya mengatur dan mengingat terbukti si bapak manager bisa cepat promosi ke posisi yang lebih tinggi lagi.
Kenapa bisa inget? Karena fokus. Ketika ada promosi untuk cari manager salah satu keahlian yang harus unggul ya itu : punya memori kuat sehingga kalau ada apa-apa bisa obyektif dalam pengambilan keputusan karena ingat semua kronologis dan alur tugas-tugas yang didelegasikan.
Kedua : Keberanian dan Kecepatan dalam Pengambilan Keputusan
Di kantor ini di atas manager ada GM. Usia jauh lebih senior. Bawaannya nyantai aja, agak nyeleneh, tapi kalau sudah serius karismanya gak ada yang bisa lawan.
Yang paling kami pelajari adalah ketika ada konferensi pers / interview seputar masalah persyaratan produk elektronik luar yang masuk ke Indonesia. Saya lupa persis kasusnya tapi ketika si GM ditanya mengenai kelengkapan manual procedure di dalam kotak kemasan apakah sudah sesuai aturan, jawabannya : Sudah! Padahal aslinya belum!
Tentu kalau jawab belum malah jawaban bunuh diri.
Setelah konferensi pers, semua manager dan staff langsung meeting. GM langsung instruksikan hari itu juga fokus untuk cetakan pengadaan yang harus ada di kotak kemasan. Besok malam harus sudah ada yang jadi dan langsung alokasikan semua ke outlet.
Orang yang tak punya nyali tidak sanggup mengambil keputusan darurat seperti ini. Hanya mereka yang punya pikiran taktis, percaya pada skill tim, dan siap mengambil risiko memantau sampai selesai yang berani memutuskan dengan cepat hal-hal yang dapat menyelamatkan perusahaan. Uang seberapun biasanya juga tidak jadi masalah asal semua beres sesuai kebutuhan. Lembur? Yaaa sudah biasa sih kalau orang marketing, orang percetakan, karyawan toko ngurus yang dadakan gini. Kita juga gak berasa terpaksa karena kita pun berusaha agar bisa selamat dan jualan dengan benar.
Jadi keterampilan manager yang juga syarat wajib punya adalah : keberanian pengambilan keputusan dengan cepat. Ini bukan skill main-main karena kenyataannya orang awam ngambil keputusan untuk dirinya saja mencla-mencle apalagi mengambil keputusan yang membawa hajat hidup orang banyak, bisa mendadak pingsan karena ketakutan mungkin.
Dari pemimpin-pemimpin yang pernah saya kenal juga saya lihat semuanya : no fear in taking decision. Justru takutlah kalau ternyata kamu tidak bisa mengambil keputusan karena akan menghambat banyak hal. Soal benar atau tidaknya keputusan itu urusan nanti, yang penting selamatkan muka dulu. Rugi urusan belakang karena duit bisa dicari lagi.

2 Comments