My Midjourney

Ini adalah gambar yang saya buat.
Saya buat dengan Robot AI Midjourney.
Dengan perintah deskripsi, 1 menit selesai.

1. Indonesian girl with traditional clothes
2. Logo with flower and moon
3. Web template design with kids theme
4. Young women rocker is singing in the church
5. A boy eats Pempek Palembang (tapi AI nya gak pernah makan pempek jadinya roti hahaha…)
6. Liverpool FC and Tarot card
7. Beautiful chic woman with modern techno lifestyle
8. A girl eats brownies in the dining room
9. Hasil editing no 8 untuk di-customise dalam bentuk konten promosi.

Mau cari model virtual jadi asik. Tapi tentu kemampuan editing grafis dan video perlu untuk finishing sesuai kepentingan konten.

Nanti coba AI untuk buat lagu, supaya pas posting lagu gak kena copyright muluuuu dehhh…

Mau coba kerjakan ilustrasi sendiri dengan robot design? Try midjourney AI, you need discord account.

Yang bingung dengan Discord? Apalagi kalian masih di bawah usia 30 mending belajar pakek Discord deh… WA dng Telegram itu sudah old generation banget!

Semua dari bikin grup belajar sampe robot AI ada di Discord. Anak-anak pakai Discord juga. Pantaulah dengan punya akun Discord juga.

Nanti deh yaaa kita belajar kutak katik Discord dengan Robot AI.

Makna dari Pengkritik

Diberi komen kritikan itu satu keberkahan karena dilatih mental. Dari mental sensitif bisa jadi mental logis, sabar, ikhlas.

Sering dikasih komen pas nyanyi lagu yang beda dikit : kurang cengkok dangdutnya, kurang medhok bahasa Jawanya, belepotan pengucapan pinyinnya. Yang komen dan kritik yaaa jangankan pernah rekam suara buat nyanyi, ngomong aja fals dan gemeteran. Apakah saya yang sudah nyanyi dari batita lalu saya terima komen mereka?
Sejauh ini saya terima aja.

Tulisan dikritik. Yang mengkritik isinya teknis banget. Saya sebagai orang yang sudah pernah menerbitkan buku, menulis ribuan konten, menulis jurnal di media apakah menerima? Tetap saya terima walaupun mereka cuman penulis status dan inbox.

Konten dan konsep gambar dikomen dan dikritik? Ya terima aja walaupun di lain waktu juga saya suka ditanya-tanya tutorial cari gambar. Saya dikritik client itu ratusan kali. Sebagai profesional saya terima pasti.

Apakah saya setambeng dan sekuat itu nerima komen-komen yang kadang juga gak masuk akal dan sistem? Ya gak… Perlu latihan dan pemahaman sehingga saya bisa menerima bila kritik itu untungnya justru di saya.

Selama bertahun-tahun memperhatikan prilaku komen dan kritik yang sekarang orang (yang gak kenal kita) merasa bebas bisa memberi komen dengan alibi kebebasan berpendapat saya bisa menyimpulkan :

1. Kritik itu bentuk perhatian yang disampaikan oleh orang yang juga butuh perhatian. Rata-rata gitu. Jujur kalau saya memberi komen atau kritik ya ada unsur “mau diperhatikan pendapat saya”. Ngapain capek ngetik kalau gak diperhatikan dan dibaca? Ya gak?! Orang yang tidak punya kepentingan untuk diperhatikan ya jelas tidak menyampaikan paragraf-paragraf yang dipikirkan oleh otak dan dirasakan oleh emosi. Jadi sebagai orang yang dikritik, akhirnya saya bisa menerima : ohhh mereka butuh diperhatikan dan otak mereka waktu ngetik juga penuh perhatian ke saya. Ya syukuri aja kannn… Ada yang gak ada ujung pangkal kasih komen tanda otaknya penuh dengan diri saya, saya seketika merasa hebat dan kasihan sama yang komen kok ya mau-maunya mikirin saya hehehe…

Sehubungan dengan kritik komen sekarang saya melakukan hal ini : Saya biasanya hanya komen / kritik ke orang yang saya pahami, hormati, sayangi, kagumi. Ya karena memang saya merelakan otak saya memikirkan orang yang layak saya pikirkan. Yang cuman tau nama, EGP. Sayang otak dan jempol. Kalau bisa malah saya gak perlu tahu kalau dia ada posting atau bikin apa.

Atau saya baru rela memberi komentar atau membahas sebuah kritik bila ada indikator yang mengukur impresi tulisan saya yang secara tidak langsung bisa dikonversi jadi uang atau peluang. Kalau gak ya rugi tenaga, waktu, dan pikiran. Ogah hehe…

2. Kritik adalah salah satu bentuk luapan emosi dan pendapat yang berbeda. Alibi dengan kebebasan berpendapat tapi sebenarnya fokusnya ke kebutuhan diri sendiri . Pemberi komen atau kritik adalah mereka yang ingin memuaskan ego, kurang kerjaan, kurang sarana untuk didengar. Sebagai orang yang kena pelampiasan emosi ya dapat pahala bisa bikin orang lega menyampaikan unek-uneknya.

3. Kritik atau haters’ comment dalam insight digital marketing itu dihitung sebagai impresi view yang bisa dikonversi jadi uang. Makin banyak haters sejatinya makin banyak pundi-pundi yang masuk di Tiktokers, Youtubers dan medsos lain. Jadi antara suka gak suka dengan banyaknya komen negatif. Gak sukanya juga dihibur dengan suka karena dapat uang. Lama-lama yang dikritik kebal aja, gak usah dibaca, yang penting waktu dicek saldo nambah, peduli amat dicerca. Yang kasih komen emang baik banget kasih sumbangan. Kekurangan dijadikan peluang dan uang. Teman-teman ingat ada seleb stand up comedian yang malah transfer uang ke haters-nya, ya itu bukan sumbangan murni sukarela juga dehhh.. Dia sudah menghasilkan banyak uang dari haters, saatnya berbagi hehe..

4. Kritik ilmiah biasanya akan disampaikan oleh mereka yang ahli. Nah kalau sampai dikritik oleh ahli tentu sebuah kehormatan. Yang menyampaikan kritik bisa jadi sopan tapi bisa juga tidak sopan. Namun terlepas dari itu bila ada yang mau berbagi ilmunya tentu satu hal yang patut diterima. Jadikan hal tersebut satu pelajaran gratis yang membuat kita maju.

Bagaimana menurut teman-teman yang sudah pasti pernah di dua sisi dalam kegiatan komen dan dikomen pedas?

Bila kita merasa ingin medsos jadi sebuah kegiatan positif tentu kita menimbang untung rugi dalam mengetik dan mencurahkan pikiran. Itu yang sering jadi keluhan warganet sendiri, merasa medsos adalah sampah tapi gak sadar sampahnya juga dari dirinya sendiri. Yang dikritik justru yang mendapatkan tempat dan berkat.



Femi
Digital Behavior Observer

Soft Skill Manager (Part 4)

Mempersiapkan Calon Pemimpin

Walaupun cuman sebentar tapi saya pernah kerja membawahi divisi HRD. Bukan perusahaan skala besar tapi juga gak kecil. Jadi lumayanlah pernah ngurusin data gajian, data karyawan, sampai curhat karyawan. Ini kerjaan sambilan dari Boss, karena tugas utama saya tetap Marketing Manager untuk satu produk ponsel Cina saat itu.

Curhat yang paling saya ingat ketika salah satu supervisor galau bercerita tentang salah satu karyawan yang akan ditunjuk untuk menggantikan dirinya sebagai supervisor toko.  Sementara dia akan dipromosikan menjadi Retail Manager.

“Terus masalah kamu di mana?” tanya saya

“Ya, saya merasa dia itu belum siap, Ci… Masih banyak yang kalau saya gak di sana, semua berantakan padahal saya sudah minta dia begini begitu… Apa sudahlah ya, dia gak usah jadi supervisor toko, tetap saya aja…”

“Lah ya gak bisa gitulah… Kalau dia naik jabatan kan kamu juga naik. Kalau dia gak naik jabatan kamu juga gak naik…” saya jadi bingung, dipromosiin kok malah galau hehehe…

“Daripada nanti kacau semua…” keluhnya.

“Tapi memang tugas kamu supaya kamu naik jabatan itu melatih dia punya kemampuan kayak kamu. Kan dia juga di bawah pengawasan kamu nanti. Nanti kalau dia sudah terbiasa, kamu juga sudah bisa lepasin pelan-pelan dan kamu pikirin program kamu.  Kamu siapin dia jadi pengganti yang setara dengan kamu, harus! Kalau gak karier kamu juga mandek,” saran saya.

Dia mengangguk-angguk akhirnya.

Nah keterampilan manager yang perlu dikuasai agar menjadi pemimpin yang baik adalah : mempersiapkan dan melatih bawahannya agar bisa dipromosi. Bahkan ketika kita adalah pemimpin yang sudah mentok paling atas tetap keterampilan melatih bawahan kita agar lebih berprestasi akan membantu kinerja kita sebagai pemimpin.  Ketika bisnis harus berekspansi, tenaga pemimpin di bisnis baru sudah siap dipakai.

Kalau bawahan masih harus mengandalkan manager di setiap saat dan kesempatan yang akan terjadi adalah :

  1. Kelelahan yang terjadi di top management.
  2. Prestasi semua divisi jadi mandek.  Karyawan tidak mendapatkan promosi, pemimpinnya pun stagnan di posisi yang sama terus.
  3. Kinerja lama-lama pasti turun, profit akan menyusul turun.

Nah untuk Anda yang bekerja di level operasional maklumi saja bila pemimpin Anda bisa bawel seketika, bisa teliti seketika, bisa ribet seketika, bisa nasihatin ini itu seketika, minta perhatikan ini itu seketika. Anda pasti pernah merasa :

“Ihhh kalo si boss udah gak keluar-keluar pasti deh kita diutak-atik terus…” Lah ya memang pas ada waktu itulah saat manager dapat memeriksa apa potensi yang bisa dikembangkan bawahannya dan mana yang masih harus dikoreksi agar lebih berpotensi. Itu memang ceritanya lagi menurunkan ilmu. Setiap karyawan kan dinilai / dievaluasi berdasarkan indikator tertentu, jadi kalau semakin membaik kinerja indikator kita, berarti akan makin terbuka kesempatan untuk promosi.